Bux7
BismaClix.com - Inovasi Baru PTC Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

Skenario Penyelamatan Kapal Sinar Kudus

      Pemerintah mengambil dua opsi sekaligus dalam pembebasan 20 anak buah kapal kapal MV Sinar Kudus dari sanderaan perompak Somalia. Langkah pertama menyelamatkan sandera dengan membayar uang tebusan kemudian mengejar pembajak melalui operasi militer.

Demikian diungkapkan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam konprensi pers di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin 2 Mei 2011. Aksi serentak itu, kata Panglima TNI, diperkuat dengan satu Kapal Laut LPD, satu helikopter dan pasukan Khusus TNI yang meliputi  Kopassus, Marinir, Kopaska dan Kostrad.

"Empat pembajak berhasil kami lumpuhkan dan uang tebusannya tidak ditemukan," kata Panglima TNI dalam jumpa pers di Cilangkap, Senin 2 Mei 2011.

Lebih lanjut Panglima menjelaskan uang tebusan itu sudah dibagi-bagi saat perompak masih berada di Kapal MV Sinal Kudus. Pada saat pembagian uang, menurut informasi pasukan TNI, jumlah perompak ada 82 orang.

"Nah empat pembajak sudah tenggelam sehingga memang tidak ditemukan bagian dari uang tebusan.  Jadi yang kami bawa adalah speedboat yang digunakan perompak. Itu akan kami bawa ke Indonesia," terangnya.

Operasi bernama Muhibah Duta Samudera itu dibawah pimpinan Armada Gugus Tempur Angkatan Laut Kawasan Barat di bawah Kolonel Taufik. Menurut rencana, kapal akan merapat di Salalah Oman pada 4 Mei 2011 dan dikawal dua KRI.(ViVAnews.com)

Rabu, 04 Mei 2011

Indonesia Tunggu Sikap Singapura Soal Gemini

Seluruh awak kapal MT Gemini yang saat ini disandera perompak Somalia dikabarkan dalam keadaan selamat. Kabar ini didapatkan setelah kapten kapal melakukan kontak dengan perusahaan pemilik kapal di Singapura, seperti diberitakan media Korea Selatan, Yonhap.
Menurut Yonhap, Korsel juga siap membantu Singapura dalam upaya pembebasan sandera. Korsel bahkan telah menyiapkan gugus tugas untuk pembebasan sandera.
Namun, Korsel masih harus menunggu respon pemerintah Singapura. Korsel merasa berkepentingan karena 4 warga negaranya juga ditahan di MT Gemini. 
Bagaimana dengan Indonesia yang 13 warga negaranya menjadi awak kapal yang ditawan di MT Gemini?
"Indonesia siap membantu Singapura untuk keperluan ini," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto kepada VIVAnews, 5 Mei 2011.
Namun, sama seperti Korea Selatan, Indonesia masih menunggu respon Singapura mengenai upaya pembebasan sandera.
"Sebab sampai kemarin Singapore Maritime Port Authority belum bisa komunikasi dengan kapal Gemini. Jadi mereka belum bisa menentukan apa yang harus mereka lakukan," jelas Djoko. 
Yonhap memberitakan, kapten kapal MT Gemini telah melakukan kontak dengan perusahaan pemilik kapal di Singapura, melalui telepon satelit. "Dikonfirmasikan semua awak kapal diperlakukan secara baik," kata sumber pemerintahan di Korea Selatan, seperti dikutip Yonhap.
Dalam komunikasi terakhir yang dilakukan, koneksi telepon ke MT Gemini dalam keadaan buruk. Jeleknya komunikasi yang dilakukan perusahaan dengan kapal menyebabkan tidak banyak informasi lebih lanjut mengenai keadaan di MT Gemini.
Hingga saat ini, para perompak Somalia juga belum mengajukan tuntutan sebagai tebusan bebasnya kapal berbobot 21 ribu ton beserta awak kapalnya.

Osama Bin Laden Tak Sudi Ditangkap Hidup

Analisa ini didasarkan pada keterangan pejabat Central Intelligence Agency (CIA) yang menyatakan Osama tidak bersenjata saat disergap oleh US Navy SEALs.

Sekjen Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Fahmi Salsabila mengatakan, dalam tradisi mujahid memegang teguh komitmen lebih baik mati daripada tertangkap hidup.

"Sebagai pimpinan mujahid, Osama memegang prinsip Hidup Mulia atau Mati Syahid. Jadi dia pasti lebih memilih mati daripada tertangkap hidup.

Fahmi merujuk kepada gembong teroris di Indonesia, Dr Azahari dan Noordin M Top yang memilih meledakkan bom dan memuntahkan tembakan melawan Densus 88. Hingga keduanya ditemukan tewas saat penyergapan.

Logika yang sama terjadi pada Osama, jika memang dia tak bersenjata mengapa harus ditembak mati oleh tentara AS? Fahmi menjelaskan, para pimpinan mujahid memiliki prosedur tetap (protap) jika akan tertangkap oleh lawan. Protap itu adalah melawan hingga mati atau bunuh diri.

"Osama tidak bersenjata, artinya ada yang menembaknya sampai mati. Daripada ditangkap hidup, Osama bisa meminta ditembak oleh orang dekatnya," terang Fahmi.

Seperti diberitakan, Osama Bin Laden pernah bersumpah tidak akan membiarkan dirinya ditangkap hidup-hidup oleh AS dan sekutunya. Dia pernah memberikan pistol berisi dua peluru kepada seorang pengawal pribadinya. Pengawal itu diperintahkan Osama untuk menembaknya jika dia akan tertangkap.

Hal itu terungkap dalam buku berjudul "The Osama bin Laden I Know: An Oral History" karya, wartawan CNN, Peter Bergen. Kutipan buku itu dilansir Reuters, Rabu (7/12/2005).

"Syeik Osama memberi saya pistol dan memilih saya sebagai pengawal pribadinya. Pistol itu cuma punya dua peluru untuk saya gunakan membunuh Syeik Osama jika kami terkepung atau jika dia akan jatuh ke tangan musuh, sehingga dia tak akan tertangkap hidup-hidup," tutur mantan kepala pengawal Osama kepada Bergen.(inilah.com)

Atap Sekolah Jadi Sarang Kelelawar, Ratusan Siswa Diberi Masker

Bau menyengat kotoran dan bunyi berisik ribuan kelelawar yang bersarang di atap SDN I Nguling membuat pihak puskesmas prihatin. Sebanyak 200 masker dibagikan kepada siswa untuk mengatasi bau tersebut.

"Kami bangikan masker pada siswa agar mereka tidak alergi dan menderita sesak nafas akibat sebagai dampak dari menimbunnya kotoran kelelawar," kata dr Syaiful, kepala Puskesmas Nguling kepada wartawan, Kamis (5/5/2011).

Menurutnya, kotoran kalelawar dalam jumlah yang banyak akan menjadikan lingkungan menjadi tidak sehat sehingga bisa menyebabkan alergi dan sesak nafas.

Dampak jangka panjang, kondisi itu bisa menyebabkan stres dan apabila menggigit bisa mengakibatkan rabies. "Jangan dikira hanya giitan anjing yang bisa menularkan rabies," terang Syaiful.

Sebelumnya diberitakan, ribuan kelelawar bersarang di atap lantai 2 gedung sekolah itu SDN Nguling I Desa/Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Akibatnya, proses belajar mengajar di SD tersebut terganggu suara bising dan bau tak sedap dari kotoran kelelawar. ( detikSurabaya.com ) 

Tommy Soeharto Capres Nasional Republik?

Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto akan menggelar pertemuan dengan inisiator Partai Nasional Republik (Nasrep). Pertemuan akan membahas posisi resmi Tommy Soeharto dalam partai yang akan bertarung pada Pemilu 2014 nanti.

"Iya, dalam waktu dekat. Salah satu pembahasan utama soal bagaimana kedudukan Mas Tommy," kata salah satu pendiri Partai Nasional Republik, Letnan Jenderal Purn. Edy Waluyo, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com.

Menurut Edy Waluyo, pertemuan akan digelar secara tertutup dan tidak mengundang pihak media. "Nanti kami akan sampaikan hasil pertemuan itu," kata dia.
Saat ini, posisi Tommy Soeharto di Partai adalah sebagai Ketua Dewan Pendiri. Semua posisi dan struktur organisasi resmi partai akan ditentukan nanti setelah menggelar deklarasi.
Apakah Nasrep akan mengusung Tommy sebagai calon presiden?

"Belum, itu belum akan diusulkan. Kami harus lihat dulu parliamentary treshold (ambang batas perolehan suara). Kami bertahap saja," ujar mantan Ketua DPRD DKI dua periode ini.

Saat ini, kata Edy, semua pembahasan masih di seputar kelengkapan dan kesiapan administrasi partai untuk memenuhi syarat verifikasi sebelum Agustus mendatang. Para pengurus optimistis Partai Nasional Republik bakal didukung masyarakat.

"Seluruh provinsi sudah siap. Daerah sudah mendesak Pusat untuk segera deklarasi," ujar pria yang sempat menjadi bakal calon gubernur DKI dari PDI Perjuangan ini.(vivanews.com)

Politik Lima Bukti Kunjungan DPR ke Australia Sia-sia

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) menilai, kunjungan kerja komisi VIII DPR RI yang dipimpin oleh Abdul Kadir Karding ke Australia tidak bermanfaat atau sia-sia. Selain memboroskan anggaran negara, banyak hal tidak efektif terkait kunjungan yang dilakukan sejak Rabu 26 April sampai dengan Senin 2 Mei 2011 tersebut.

Sikap PPIA tertuang dalam lima analisa dan rekomendasi khusus hasil perjalanan 16 anggota komisi VIII ke Australia dalam rangka menggodok RUU tentang Fakir Miskin. Pertama, RUU penanggulangan fakir miskin (PFM) tidak diperlukan karena telah ada UU  Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tahun 2004 dan UU Kesejahteraan Nasional (2009).

“DPR harusnya memastikan implementasi UU SJSN dan UU Kesejahteraan Sosial sebelum membuat sebuah draf baru yang berusaha mengelola isu kebijakan sosial untuk fakir miskin,” tulis PPIA seperti dalam rilis yang diterima oleh VIVAnews.com, Selasa 3 Mei 2011.

Kedua, menurut mereka, pemilihan Australia sebagai tempat studi banding adalah tidak relevan. Seharusnya, untuk belajar penanggulangan kemiskinan, anggota DPR lebih baik belajar di negara-negara yang memiliki kedekatan sejarah, sosial dan budaya dengan Indonesia seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China dan India.

“Dalam hal ini, kami menyayangkan kepergian Tim Panja ke Australia,” dalam rilis yang ditandatangani Ketua Umum PPIA, Mochamad Subhan Zein.

Ketiga adalah terkait dengan jumlah rombongan yang dinilai mubazir, sehingga melakukan pemborosan anggaran. Keempat, perolehan informasi yang seharusnya bisa di dapat di Indonesia. Kelima, kendala bahasa. Banyak anggota DPR yang tidak cakap berbahasa Inggris.

“Metode ceramah yang dilakukan seharusnya bisa dilakukan di Indonesia. Dan materi-materi yang dipaparkan pun bisa didapatkan melalui situs di internet,” kata PPIA.

Atas hal tersebut, PPIA menyampaikan beberapa rekomendasinya untuk kebaikan bangsa Indonesia ke depan. Di antaranya adalah rombongan yang berangkat haruslah memiliki kualifikasi yang baik dalam hal bahasa. Anggota yang tidak mempunyai kualitas, harus dilarang ikut bepergian ke luar negeri. Kemudian, DPR RI seharusnya mengoptimalkan sumber informasi dari internet di mana mereka telah memiliki situs tersendiri.
Sementara itu, Abdul Kadir Karding, Ketua Komisi VIII yang memimpin rombongan belum bisa dihubungi melalui teleponnya.(vivanews.com)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grocery Coupons